Paradok yang sama, terjadi pada
kasus Maulid Nabi. Hari ini masih terasa, Maulid Nabi dihajar di mimbar-mimbar,
melalui buku-buku ‘pengecut’ hingga dosa merayakan Maulid dilabeli lebih
berdosa dari berzina, membunuh, dan merampok. Namun, proyek besar untuk
membunuh Maulid nabi dengan dana menggunung 10 (sepuluh) tahun terakhir, hanya
melahirkan takdir lain. Tiba-tiba Maulid booming. Jauh lebih semarak, dari
peringatan Maulid yang telah ada.
Selasa, 05 Februari 2013
KEMAJUAN MAULID NABI
Dunia ini dipenuhi paradok. Tidak
selinear yang diingini otak manusia. Keanehan itu bukti eksistensi Tuhan. Kita
berusaha, namun allah yang menentukan kejutan – kejutan untuk diri kita.
Semakin menua manusia, pasti semakin memahami kuasa lain diluar dirinya.
Manusia yang lurus fitrahnya, pasti sada kuasa Takdir atas dirinya. Seperti
lebih sering rejeki manusia meleset ke tempat lain, di luar rekayasa sama
sekali. Atas fenomena ketidakberkuasaan inilah, seharusnya manusia ber-Tuhan, bertauhid,
ber-Islam, dan menyerah.
Langganan:
Komentar (Atom)
